Senin, 18 Oktober 2010
Free Antivirus Webroot 2011 ( 6 Month )
Antivirus di daftar peringkat ketiga dari 10 besar antivirus terbaik kini memberikan produknya secara GRATIS untuk aktivasi selama 6 bulan.Cara mendapatkannya adalah masuk ke facebook webroot http://www.facebook.com/Webroot lalu klik Like setelah itu masuk ke free security http://www.facebook.com/Webroot#!/Webroot?v=app_4949752878. Sekarang anda dapat mendownloadnya secara gratis di link yang disediakan pada page tersebut.
Minggu, 03 Oktober 2010
Budidaya Ikan Cupang
Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.
Wadah Budidaya
Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.
Ciri-ciri khusus
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
Ciri-ciri ikan betina :
Umur telah mencapai sekitar 4 bulan
Bentuk badan membulat putih di sekitar perut menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :
1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.
Cara Berkembang Biak
Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.
Langkah-langkah yang perlu diketahui :
1. Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif.
2. Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari.
3. Masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples, aquarium, ember, baskom) yang telah diberi
tanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm).
4. Setelah 2-3 hari akan terlihat telur menempel pada daun atau rapia.
5. Pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.
6. Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam tubuhnya.
7. Selama 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.
Cara Perawatan
Induk ikan yang diberi makan cukup baik, setelah 2-3 minggu dapat dipindahkan kembali. Anak-anak ikan cupang dapat dijual setelah berumur 2 bulan. Setelah panjang 4 cm, anak-anak ikan dapat diberi makan cacing. Ikan jantan termasuk ikan yang sayang dengan keturunannya, dilihat dari kebiasaannya membuat busa pada substrat setiap akan mulai memijah. Sedangkan ikan betina kurang telaten merawat anaknya bahkan kadang-kadang memangsa anaknya sendiri sehingga harus cepat-cepat dipisahkan setelah bertelur. Untuk mendapatkan ikan jantan yang bentuk dan warnanya indah, biasanya setelah mencapal panjang 4,5 cm dimasukkan kedalam botol (toples, bekas selai, botol kopi, dll) dan diletakkan saling berdekatan satu sama lain agar dapat saling melihat selama ± 2 minggu, agar sirip ikan cupang tersebut mengembang karena saling menantang.
Untuk membudidayakan ikan cupang secara besar-besaran, dapat digunakan bak semen ukuran 1,5 x 3 m. Pemijahannya dilakukan dipinggir bak dengan mempergunakan kotak-kotak papan yang bagian depannya diberi saringan kasa plastik. Saringan ini dimaksudkan agar benih ikan dapat keluar dan kotak pemijahan, sedangkan induknya tetap berada di dalam kotak pemijahan. Ukuran kotak pemijahan 15 x cm atau 20 x 20 cm.
Wadah Budidaya
Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.
Ciri-ciri khusus
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
Ciri-ciri ikan betina :
Umur telah mencapai sekitar 4 bulan
Bentuk badan membulat putih di sekitar perut menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :
1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.
Cara Berkembang Biak
Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.
Langkah-langkah yang perlu diketahui :
1. Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif.
2. Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari.
3. Masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples, aquarium, ember, baskom) yang telah diberi
tanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm).
4. Setelah 2-3 hari akan terlihat telur menempel pada daun atau rapia.
5. Pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.
6. Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam tubuhnya.
7. Selama 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.
Cara Perawatan
Induk ikan yang diberi makan cukup baik, setelah 2-3 minggu dapat dipindahkan kembali. Anak-anak ikan cupang dapat dijual setelah berumur 2 bulan. Setelah panjang 4 cm, anak-anak ikan dapat diberi makan cacing. Ikan jantan termasuk ikan yang sayang dengan keturunannya, dilihat dari kebiasaannya membuat busa pada substrat setiap akan mulai memijah. Sedangkan ikan betina kurang telaten merawat anaknya bahkan kadang-kadang memangsa anaknya sendiri sehingga harus cepat-cepat dipisahkan setelah bertelur. Untuk mendapatkan ikan jantan yang bentuk dan warnanya indah, biasanya setelah mencapal panjang 4,5 cm dimasukkan kedalam botol (toples, bekas selai, botol kopi, dll) dan diletakkan saling berdekatan satu sama lain agar dapat saling melihat selama ± 2 minggu, agar sirip ikan cupang tersebut mengembang karena saling menantang.
Untuk membudidayakan ikan cupang secara besar-besaran, dapat digunakan bak semen ukuran 1,5 x 3 m. Pemijahannya dilakukan dipinggir bak dengan mempergunakan kotak-kotak papan yang bagian depannya diberi saringan kasa plastik. Saringan ini dimaksudkan agar benih ikan dapat keluar dan kotak pemijahan, sedangkan induknya tetap berada di dalam kotak pemijahan. Ukuran kotak pemijahan 15 x cm atau 20 x 20 cm.
FADEL MUHAMMAD CANANGKAN WISATA SENTRA KULINER LELE
No. B.105/PDSI/HM.310/IX/2010
Sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan nasional khususnya di Pulau Jawa, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad hari ini (25/9) mencangkan Kabupaten Bantul, Yogyakarta sebagai daerah wisata sentra kuliner lele dan wisata kerajinan wader. Fadel mengatakan, terpilihnya Yogyakarta sebagai sentra kuliner lele dikarenakan tingkat konsumsi lele di provinsi ini merupakan yang tertinggi secara nasional yakni mencapai 1,29 kg/kapita/per tahun dan disusul oleh Provinsi Jawa Timur dengan nilai 1,06 kg/kapita/per tahun. Uniknya menurut Fadel, Meski tingkat konsumsi lele di Yogyakarta merupakan yang tertinggi secara nasional, namun untuk tingkat konsumsi ikan, kumulatif perkapita merupakan yang terendah.
Melihat keunikan tersebut maka untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui program Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) terus berupaya meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Provinsi DIY. Peran besar serta tingginya tingkat konsumsi lele bagi Program GEMARIKAN tentunya memerlukan dukungan ketersediaan pasokan lele yang mencukupi bagi kebutuhan masyarat Yogyakarta. Sehingga dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk berusaha disektor budidaya dan pengolahan lele.
Lebih lanjut Fadel menyatakan, untuk mendukung budidaya serta industri pengolahan hasil perikanan khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maka diperlukan adanya basis pemasaran yang kuat, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Disamping itu, dalam pemasaran hasil perikanan, juga perlu dilakukan adanya upaya diversifikasi pasar komoditas, meningkatkan nilai tambah, serta memperhatikan preferensi konsumen sehingga kejenuhan pasar dapat diatasi dengan baik. Pada akhirnya dengan produksi serta pemasaran yang baik, maka Visi KKP untuk menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar tahun 2015 dapat dicapai secara maksimal. “Untuk itu perlu adanya kerja keras serta sinergi yang menyeluruh antara masyarakat, pelaku usaha, dunia perbankan, dan pemerintah, sehingga sektor kelautan dan perikanan nantinya dapat menjadi penggerak utama perekonomian nasional”, ungkap Fadel.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengadakan kerjasama perusahaan swasta nasional yang menyelenggarakan pasar komoditas fisik yakni PT. iPasar Indonesia untuk pemasaran produk perikanan di Kabupaten Bantul. Selain itu kerjasama juga dilakukan dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku lembaga kliring dan penjaminan yang memberikan kepastian pembayaran dan serah terima barang antara penjual dan pembeli. Nantinya iPASAR berperan sebagai pengumpul berbagai macam komoditi dari produsen hasil perikanan dari banyak untuk kemudian distandarisasi kualitasnya sesuai Standar Nasional Indonesia. Selama berada di Yogyakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Bupati Bantul melakukan kunjungan ke Pantai Kuwaru untuk meninjau penghijauan pesisir serta dilanjutkan dengan peninajauan budidaya lele pesisir di Desa Trisik.
Jakarta, 25 September 2010
An. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
Ir. Eddy Sudartanto, MS.
Narasumber
Prof. Dr. Martani Husaini
Direktur Jenderal P2HP (HP. 0811119705)Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed.
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi (HP. 08161933911)
www.dkp.go.id
Sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan nasional khususnya di Pulau Jawa, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad hari ini (25/9) mencangkan Kabupaten Bantul, Yogyakarta sebagai daerah wisata sentra kuliner lele dan wisata kerajinan wader. Fadel mengatakan, terpilihnya Yogyakarta sebagai sentra kuliner lele dikarenakan tingkat konsumsi lele di provinsi ini merupakan yang tertinggi secara nasional yakni mencapai 1,29 kg/kapita/per tahun dan disusul oleh Provinsi Jawa Timur dengan nilai 1,06 kg/kapita/per tahun. Uniknya menurut Fadel, Meski tingkat konsumsi lele di Yogyakarta merupakan yang tertinggi secara nasional, namun untuk tingkat konsumsi ikan, kumulatif perkapita merupakan yang terendah.
Melihat keunikan tersebut maka untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui program Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) terus berupaya meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Provinsi DIY. Peran besar serta tingginya tingkat konsumsi lele bagi Program GEMARIKAN tentunya memerlukan dukungan ketersediaan pasokan lele yang mencukupi bagi kebutuhan masyarat Yogyakarta. Sehingga dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk berusaha disektor budidaya dan pengolahan lele.
Lebih lanjut Fadel menyatakan, untuk mendukung budidaya serta industri pengolahan hasil perikanan khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maka diperlukan adanya basis pemasaran yang kuat, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Disamping itu, dalam pemasaran hasil perikanan, juga perlu dilakukan adanya upaya diversifikasi pasar komoditas, meningkatkan nilai tambah, serta memperhatikan preferensi konsumen sehingga kejenuhan pasar dapat diatasi dengan baik. Pada akhirnya dengan produksi serta pemasaran yang baik, maka Visi KKP untuk menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar tahun 2015 dapat dicapai secara maksimal. “Untuk itu perlu adanya kerja keras serta sinergi yang menyeluruh antara masyarakat, pelaku usaha, dunia perbankan, dan pemerintah, sehingga sektor kelautan dan perikanan nantinya dapat menjadi penggerak utama perekonomian nasional”, ungkap Fadel.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengadakan kerjasama perusahaan swasta nasional yang menyelenggarakan pasar komoditas fisik yakni PT. iPasar Indonesia untuk pemasaran produk perikanan di Kabupaten Bantul. Selain itu kerjasama juga dilakukan dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku lembaga kliring dan penjaminan yang memberikan kepastian pembayaran dan serah terima barang antara penjual dan pembeli. Nantinya iPASAR berperan sebagai pengumpul berbagai macam komoditi dari produsen hasil perikanan dari banyak untuk kemudian distandarisasi kualitasnya sesuai Standar Nasional Indonesia. Selama berada di Yogyakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Bupati Bantul melakukan kunjungan ke Pantai Kuwaru untuk meninjau penghijauan pesisir serta dilanjutkan dengan peninajauan budidaya lele pesisir di Desa Trisik.
Jakarta, 25 September 2010
An. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
Ir. Eddy Sudartanto, MS.
Narasumber
Prof. Dr. Martani Husaini
Direktur Jenderal P2HP (HP. 0811119705)Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed.
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi (HP. 08161933911)
www.dkp.go.id
Software Pedoman Shalat
Software islami ini insya Allah berguna untuk anda sebagai seorang muslim, software yang menjelaskan tata cara shalat beserta do'a bisa anda dapatkan secara Gratis!!!
DOWNLOAD
DOWNLOAD
Minggu, 26 September 2010
Kontribusi Perekonomian dalam Perbatasan
Sabtu, 25 September 2010 17:14 WIB
Minimnya perlengkapan aparatur yang menjaga perbatasan merupakan satu dari sekian alasan yang mendorong terjadinya dispute di perbatasan Indonesia. Peningkatan alokasi anggaran untuk menjaga perbatasan ini memang belum menjadi prioritas di dalam APBN, karena masih banyak pos-pos anggaran dan program-program perekonomian yang membutuhkanan dukungan dana besar dari pemerintah. Pertanyaannnya adalah bagaimana dispute, seperti yang terjadi dengan Malaysia akhir-akhir ini, dapat dimitigasi dengan keterbatasan dana yang kita miliki? Sehingga permasalahan ini tidak terus menerus terulang, dan pemerintah memperoleh legitimasi publik dalam usahanya menjaga pertahanan nasional.
Sedikitnya ada dua program yang perlu kita lakukan dengan keterbatasan dana yang kita miliki. Pertama adalah peningkatan awareness public terhadap berbagai aktivitas aparatur dalam menjaga perbatasan Indonesia. Kedua adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti swasta, dalam mengoptimalkan resources maritime yang kita miliki. Kedua program yang diajukan merupakan program yang berupaya memberdayakan internal resources kita untuk membangun opini publik, dan meningkatkan kontribusi resources yang kita miliki dalam meningkatkan perekonomian bangsa.
Program pertama, yaitu peningkatan awareness public, dapat dilakukan dengan meningkatkan pasokan informasi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dalam menjaga perbatasan. Berbagai aktivitas ini dapat disampaikan kepada publik secara berkala, sehingga publik secara emosional terlibat dengan aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI.
Faktor emosional ini merupakan hal yang penting untuk kita bangun, karena dalam relitanya kita mengalami kesulitan untuk menjaga seluruh perbatasan kita. Di sisi lain publik perlu mengetahui bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI bersatu padu dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk menjaga perbatasan.
Selain berbagai informasi aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI yang disampaikan di atas, pemerintah juga perlu melakukan penelitian, hal apa saja yang diharapkan oleh publik kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dalam menjaga perbatasan Indonesia. Melalui penelitian ini, kita dapat meningkatkan relevansi informasi yang disampaikan oleh public relation Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI kepada publik, sehingga usaha yang disampaikan oleh Public Relation Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dapat mencapai tujuan yang kita inginkan.
Kesulitan pemerintah dalam menaikkan anggaran untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI juga dapat secara bertahap dikelola dengan berbagai informasi mengenai aktivitas TNI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penyampaian informasi aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik sebagai pembayar pajak, dan usaha membangun legitimasi publik dalam meningkatkan alokasi anggaran untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI.
Program kedua yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kontribusi maritime resources yang kita miliki untuk perekonomian. Kerja sama dengan berbagai pihak perlu dilakukan untuk memberdayakan kekayaan laut yang kita miliki, kemudahan investasi untuk berbagai infrastrukutur yang dapat memudahkan proses bisnis perikanan laut perlu kita tingkatkan. Melalui kolaborasi ini, maka kita akan mempunyai "penjaga perbatasan" yang organik. Pemerintah di dalam program ini fokus kepada dua hal yaitu, membuat kebijakan yang relevan mendukung investasi dan mengoordinasikan berbagai pihak swasta yang menjadi partner pemerintah dalam mengelola kekayaan laut kita.
Melalaui program ini kita dapat memaksimalkan pos-pos terluar perbatasan kita sebagai tempat registrasi atau perijinan berbagai kapal yang akan masuk ke dalam wilayah Indonesia, sehingga di daerah tersebut ada aktivitas-aktivitas yang merupakan bukti nyata bahwa daerah tersebut di dalam pengelolaan Indonesia. Jika sebelumnya kita mengalami kekalahan dalam klaim pulau Sipadan Ligitan, maka melalui program ini hal tersebut tidak terjadi lagi, karena pemberdayaan perekonomian di daerah sekitar akan memberikan insentif bagimasyarakat Indonesia untuk beraktivitas, terutama di perbatasan daratan.
Dispute yang terjadi beberapa kali dengan Malaysia menunjukkan bahwa kita sekarang telah masuk ke dalam suatu era di mana armada yang menjaga perbatasan membutuhkan lebih dari sekedar patroli fisik dan perlengkapan canggih. Kita perlu membangun alternatif strategi dengan menempatkan paradigma defence dalam konteks yang lebih modern. Hal ini sesuai dengan sejarah dunia yang menunjukkan bahwa pergulatan fisik telah bertransformasi menjadi pergulatan strategi, pemikiran dan opini. Jika sebelumnya perang dimanifestasikan dalam kontestasi senjata dengan berbagai perlengkapan perang, sekarang perang menjadi pergulatan ekonomi antar negara, diplomasi dalam berbagai perundingan multilateral, dan yang paling penting adalah dukungan opini publik di dalam negeri kita sendiri.
Prof. Firmanzah, PhD
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
www.metrotvnews.com
Minimnya perlengkapan aparatur yang menjaga perbatasan merupakan satu dari sekian alasan yang mendorong terjadinya dispute di perbatasan Indonesia. Peningkatan alokasi anggaran untuk menjaga perbatasan ini memang belum menjadi prioritas di dalam APBN, karena masih banyak pos-pos anggaran dan program-program perekonomian yang membutuhkanan dukungan dana besar dari pemerintah. Pertanyaannnya adalah bagaimana dispute, seperti yang terjadi dengan Malaysia akhir-akhir ini, dapat dimitigasi dengan keterbatasan dana yang kita miliki? Sehingga permasalahan ini tidak terus menerus terulang, dan pemerintah memperoleh legitimasi publik dalam usahanya menjaga pertahanan nasional.
Sedikitnya ada dua program yang perlu kita lakukan dengan keterbatasan dana yang kita miliki. Pertama adalah peningkatan awareness public terhadap berbagai aktivitas aparatur dalam menjaga perbatasan Indonesia. Kedua adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti swasta, dalam mengoptimalkan resources maritime yang kita miliki. Kedua program yang diajukan merupakan program yang berupaya memberdayakan internal resources kita untuk membangun opini publik, dan meningkatkan kontribusi resources yang kita miliki dalam meningkatkan perekonomian bangsa.
Program pertama, yaitu peningkatan awareness public, dapat dilakukan dengan meningkatkan pasokan informasi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dalam menjaga perbatasan. Berbagai aktivitas ini dapat disampaikan kepada publik secara berkala, sehingga publik secara emosional terlibat dengan aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI.
Faktor emosional ini merupakan hal yang penting untuk kita bangun, karena dalam relitanya kita mengalami kesulitan untuk menjaga seluruh perbatasan kita. Di sisi lain publik perlu mengetahui bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI bersatu padu dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk menjaga perbatasan.
Selain berbagai informasi aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI yang disampaikan di atas, pemerintah juga perlu melakukan penelitian, hal apa saja yang diharapkan oleh publik kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dalam menjaga perbatasan Indonesia. Melalui penelitian ini, kita dapat meningkatkan relevansi informasi yang disampaikan oleh public relation Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI kepada publik, sehingga usaha yang disampaikan oleh Public Relation Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI dapat mencapai tujuan yang kita inginkan.
Kesulitan pemerintah dalam menaikkan anggaran untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI juga dapat secara bertahap dikelola dengan berbagai informasi mengenai aktivitas TNI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penyampaian informasi aktivitas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik sebagai pembayar pajak, dan usaha membangun legitimasi publik dalam meningkatkan alokasi anggaran untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI.
Program kedua yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kontribusi maritime resources yang kita miliki untuk perekonomian. Kerja sama dengan berbagai pihak perlu dilakukan untuk memberdayakan kekayaan laut yang kita miliki, kemudahan investasi untuk berbagai infrastrukutur yang dapat memudahkan proses bisnis perikanan laut perlu kita tingkatkan. Melalui kolaborasi ini, maka kita akan mempunyai "penjaga perbatasan" yang organik. Pemerintah di dalam program ini fokus kepada dua hal yaitu, membuat kebijakan yang relevan mendukung investasi dan mengoordinasikan berbagai pihak swasta yang menjadi partner pemerintah dalam mengelola kekayaan laut kita.
Melalaui program ini kita dapat memaksimalkan pos-pos terluar perbatasan kita sebagai tempat registrasi atau perijinan berbagai kapal yang akan masuk ke dalam wilayah Indonesia, sehingga di daerah tersebut ada aktivitas-aktivitas yang merupakan bukti nyata bahwa daerah tersebut di dalam pengelolaan Indonesia. Jika sebelumnya kita mengalami kekalahan dalam klaim pulau Sipadan Ligitan, maka melalui program ini hal tersebut tidak terjadi lagi, karena pemberdayaan perekonomian di daerah sekitar akan memberikan insentif bagimasyarakat Indonesia untuk beraktivitas, terutama di perbatasan daratan.
Dispute yang terjadi beberapa kali dengan Malaysia menunjukkan bahwa kita sekarang telah masuk ke dalam suatu era di mana armada yang menjaga perbatasan membutuhkan lebih dari sekedar patroli fisik dan perlengkapan canggih. Kita perlu membangun alternatif strategi dengan menempatkan paradigma defence dalam konteks yang lebih modern. Hal ini sesuai dengan sejarah dunia yang menunjukkan bahwa pergulatan fisik telah bertransformasi menjadi pergulatan strategi, pemikiran dan opini. Jika sebelumnya perang dimanifestasikan dalam kontestasi senjata dengan berbagai perlengkapan perang, sekarang perang menjadi pergulatan ekonomi antar negara, diplomasi dalam berbagai perundingan multilateral, dan yang paling penting adalah dukungan opini publik di dalam negeri kita sendiri.
Prof. Firmanzah, PhD
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
www.metrotvnews.com
Rabu, 22 September 2010
PENGEMBANGAN PERIKANAN GORONTALO TERUS DITINGKATKAN
“Dengan potensi Gorontalo yang besar dan letak yang strategis untuk pemasaran ke manca negara, serta adanya keseriusan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam mengembangkan kelautan dan perikanan, maka pada tahun 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap mendukung penuh pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo” demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad dalam acara Pencanangan Kabupaten Pahuwato sebagai kawasan Minapolitan budidaya fokus rumput laut, Pahuwato (22/9).
Dana APBN KKP untuk tahun 2011 meningkat tajam mencapai 134% dari sekitar 21,39 miliar menjadi Rp.50,22 miliar. Pada tahun 2011 dana dekonsentrasi sekitar Rp.9,8 miliar yang terbagi terutama untuk pengelolaan sumber daya perikanan budidaya, sumber daya perikanan tangkap, peningkatan pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sedangkan dana tugas pembantuan yang dialokasikan di provinsi dan kabupaten/kota untuk tahun 2011 adalah sekitar Rp. 26,17 miliar terbagi untuk provinsi sekitar Rp. 16,28 miliar dan Rp. 9,89 miliar untuk DKP kab/kota sedangkan dana APBN UPT KKP di Gorontalo tahun 2011 yang digunakan untuk pembangunan lanjutan PPP Kwandang dan Stasiun Karantina Ikan (SKI) kelas I Djalaludin Gorontalo adalah sekitar Rp. 14,22 miliar.
Pada tahun 2010 dana APBN KKP digunakan untuk pemberdayaan pembudidaya, nelayan, pengolah, wirausaha kecil lainnya, pembangunan Balai Benih di kawasan budidaya lainnya, pengembangan UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang dan akan lebih ditingkatkan lagi pada tahun 2011 dengan pembangunan lanjutan PPP Kwandang, pengembangan sumber daya perikanan budidaya, sumber daya perikanan tangkap, peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Dana Tugas pembantuan (TP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi diantaranya sebesar 1,17 miliar digunakan untuk pengembangan/rehabilitasi prasarana fisik BBIS (Balai Benih Ikan Sentral).
Untuk penguatan pembangunan infrastruktur di daerah, KKP telah mengalokasikan dana perimbangan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Pohuwato tahun 2010 sebesar Rp. 2,09 miliar dari total DAK sebesar 12,96 miliar. Dana sisanya tersebut digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan seperti pengembangan Pelabuhan Perikanan kelas PPI, seperti PPI Gentuma si Kab. Gorontalo, PPI Tongo di kab Bone Bolango, PPI Tilamuta di Kab. Boalemo.
Dukungan APBD (Anggaran Pendapatan Daerah) tahun 2010 Provinsi Gorontalo yang dialokasikan pada DKP Provinsi Gorontalo adalah sekitar Rp. 6,9 miliar yang digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan, perikanantangkap, optimalisasi pengelolaan dan emasaran produksi perikanan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, pelayanan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan prasarana aparatur dan peningkatan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
Pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi Gorontalo ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, pemasar, dan pelaku usaha kelautan dan perikanan lainnya, serta mendorong pengembangan ekonomi di daerah.
Jakarta, 22 September 2010
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
Dr. Soen’an H. Poernomo, M.E
Narasumber :
1. Ir. R. Nilanto Perbowo, M. Sc (HP. 08161999878)
Kepala Biro Perencanaan
2. Dr. Soen’an H. Poernomo, M. Ed (HP. 08161933911)
Dana APBN KKP untuk tahun 2011 meningkat tajam mencapai 134% dari sekitar 21,39 miliar menjadi Rp.50,22 miliar. Pada tahun 2011 dana dekonsentrasi sekitar Rp.9,8 miliar yang terbagi terutama untuk pengelolaan sumber daya perikanan budidaya, sumber daya perikanan tangkap, peningkatan pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sedangkan dana tugas pembantuan yang dialokasikan di provinsi dan kabupaten/kota untuk tahun 2011 adalah sekitar Rp. 26,17 miliar terbagi untuk provinsi sekitar Rp. 16,28 miliar dan Rp. 9,89 miliar untuk DKP kab/kota sedangkan dana APBN UPT KKP di Gorontalo tahun 2011 yang digunakan untuk pembangunan lanjutan PPP Kwandang dan Stasiun Karantina Ikan (SKI) kelas I Djalaludin Gorontalo adalah sekitar Rp. 14,22 miliar.
Pada tahun 2010 dana APBN KKP digunakan untuk pemberdayaan pembudidaya, nelayan, pengolah, wirausaha kecil lainnya, pembangunan Balai Benih di kawasan budidaya lainnya, pengembangan UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang dan akan lebih ditingkatkan lagi pada tahun 2011 dengan pembangunan lanjutan PPP Kwandang, pengembangan sumber daya perikanan budidaya, sumber daya perikanan tangkap, peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Dana Tugas pembantuan (TP) pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi diantaranya sebesar 1,17 miliar digunakan untuk pengembangan/rehabilitasi prasarana fisik BBIS (Balai Benih Ikan Sentral).
Untuk penguatan pembangunan infrastruktur di daerah, KKP telah mengalokasikan dana perimbangan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Pohuwato tahun 2010 sebesar Rp. 2,09 miliar dari total DAK sebesar 12,96 miliar. Dana sisanya tersebut digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana bidang kelautan dan perikanan seperti pengembangan Pelabuhan Perikanan kelas PPI, seperti PPI Gentuma si Kab. Gorontalo, PPI Tongo di kab Bone Bolango, PPI Tilamuta di Kab. Boalemo.
Dukungan APBD (Anggaran Pendapatan Daerah) tahun 2010 Provinsi Gorontalo yang dialokasikan pada DKP Provinsi Gorontalo adalah sekitar Rp. 6,9 miliar yang digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan, perikanantangkap, optimalisasi pengelolaan dan emasaran produksi perikanan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, pelayanan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan prasarana aparatur dan peningkatan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
Pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi Gorontalo ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, pemasar, dan pelaku usaha kelautan dan perikanan lainnya, serta mendorong pengembangan ekonomi di daerah.
Jakarta, 22 September 2010
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
Dr. Soen’an H. Poernomo, M.E
Narasumber :
1. Ir. R. Nilanto Perbowo, M. Sc (HP. 08161999878)
Kepala Biro Perencanaan
2. Dr. Soen’an H. Poernomo, M. Ed (HP. 08161933911)
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi
www.dkp.go.id
Sabtu, 18 September 2010
Perikanan Bisa Beri Makan 20 Juta Orang Lagi Jika Dikelola Lebih Baik
SEBUAH riset bersejarah oleh para ilmuwan dan ahli ekonomi memperkirakan bahwa lebih baiknya manajemen perikanan bebas di dunia bisa memberi makan 20 juta orang lagi, khususnya di negara-negara miskin.
Para periset di Fisheries Centre di Vancouver, Kanada, menyiarkan estimasi global pertama nilai industri itu, yang ditetapkan sebesar 240 milyar dolar, tapi memperingatkan bahwa subsidi-subsidi pemerintah mendorong terjadinya praktek overfishing yang menghancurkan sumber daya itu.
Penelitian tadi merupakan "analisis gambaran besar pertama tentang nilai perikanan bagi orang di seluruh dunia," ujar Rebbeca Goldburg, seorang ilmuwan dari Pew Environment Gropu, yang mendanai riset tadi. Laporan tentang hasil penelitian itu dirilis melalui jumpa pers lewat telepon dari Pew Trust di Washington pada 14 September.
Temuan-temuan penting dari serangkaian empat laporan itu, yang disiarkan pada Selasa lalu di Journal of Bioeconomics, termasuk:
- Perikanan bebas dunia bernilai 240 milyar dolar setiap tahun bila pengali seperti pemrosesan disertakan.
- Perikanan bisa memberi makan 20 juta orang lagi jika overfishing dihilangkan.
- Sport fishing atau kegiatan memancing untuk olahraga di samudera, kegiatan mengamati paus dan menyelam, memberi sejuta lapangan kerja, yang bernilai sampai 47 milyar dolar.
- Dari 27 milyar dolar subsidi perikanan setiap tahunnya semisal bahan bakar murah, 16 milyar dolar memperburuk overfishing yang menghancurkan stok berbagai jenis ikan.
"Mempertahankan perikanan yang sehat punya arti ekonomi yang besar," papar Rashid Sumaila, direktur Fisheries Centre dari University of British Columbia di Kanada barat, yang memimpin riset tadi.
Nilai perikanan itu secara historis diukur dengan nilai yang didaratkan di dermaga, yang pada 2000 mencapai 85 milyar dolar di seluruh dunia, ujar Sumaila dalam sebuah wawancara.
Studi itu merupakan yang pertama secara global untuk menetapkan angka tentang industri tadi yang mempertimbangkan banyak faktor ekonomi.
"Menyangkut perkonomian global, ini bukan suatu angka yang besar, anda cuma bicara soal bagian kecil dari trilyunan dolar," aku Sumaila. Namun dia mengatakan penilaian akurat tentang panen samudera -- serta nilai keamanan pangannya -- akan memberi insentif kepada pemerintah-pemerintah untuk mengelola stok ikan dengan cara lebih baik.
Sumaila mengatakan, sekira separuh dari semua populasi ikan liar kini ditangkap secara besar-besaran dan dalam proses "menghancurkannya atau telah menghancurkan" stok ikan, seperti kehancuran yang dialami ikan cod utara yang dulu melimpah ruah hampir 20 tahun silam.
"Jika kita tidak melakukan sesuatu sekarang, maka kita kemungkinan besar akan kehilangan sebagian besar manfaat ini," singkap Sumaila.
Dengan pengelolaan lebih baik, "kita akan bisa memenuhi kebutuhan 20 juta orang di negara-negara kurang gizi."
Dia merekomendasi pemerintah-pemerintah untuk mulai mengarahkan ulang subsidi industri dari bahan bahan bakar dan area-area lain yang memperparah praktek overfishing, hingga riset dan membantu perikanan menggunakan cara-cara yang berkesinambungan.
"Negara-negara maju besar kini mengeluarkan dana dua kali lipat jumlah uang pajak pada subsidi perikanan global yang mendorong overfishing daripada pajak pada subsidi yang papar laporan tadi.
Para periset itu menggunakan data dari hasil-hasil tangkapan internasional atas ikan liar pada tahun 2000, di dalam zona-zona ekonomi semua negara. Riset lebih lanjut yang kini dilakukan menggunakan data hingga 2008 akan meliputi analisis atas struktur korporasi industri perikanan, ujar Sumaila. (afp/bh)
www.analisadaily.com
www.analisadaily.com
Software Peta Laut Google
Software ini akan memungkinkan penggunanya untuk melihat-lihat isi lautan dengan tombol navigasi. Kedepan, rencana pengembangan software ini adalah penambahan dengan data-data penting seputar dasar laut seperti: Kondisi cuaca disekitar laut tersebut, jenis coral yang hidup di Dasar lautan itu, Bangkai kapal terkenal yang ada di dasar lautan itu, dan tak ketinggalan arus lautan itu.
Goal utama dari google ocean ini sendiri adalah membuat foto beresolusi tinggi (setinggi mungkin) agar nantinya software ini bukan hanya bisa dijadikan informasi tetapi juga bahan penelitian bawah laut.
Seperti layaknya google Earth, Google ocean ini nantinya juga dirancang “internet base”. jadi, anda harus mengakses database mereka untuk mendapatkan gambar dasar lau yang anda cari. Kita tunggu saja kapan software ini akan rampung dan diluncurkan ke publik. Ya.. mengingat explorasi bawah laut ini tentunya akan lebih sulit daripada permukaan bumi.
Sebelumnya, google map juga sudah mempunyai peta bangkai kapal, peta kabel bawah laut, peta suhu laut, dll. Kamis, 16 September 2010
Terumbu Karang di Indonesia Mati pada Tingkat Mengejutkan
TERUMBU karang yang selamat dari tsunami dahsyat 2004 kini sekarat pada salah satu tingkat tercepat yang pernah dicatat disebabkan kenaikan dramatis suhu air di lepas pantai Indonesia baratlaut.
Hal itu diungkapkan para ahli konservasi yang memperingatkan pada hari Rabu (18/8) bahwa ancaman tersebut terentang ke terumbu karang lain di seluruh Asia.
Organisasi Wildlife Conservation Society mengerahkan ahli-ahli biologi kelautan ke propinsi Aceh pada Mei lalu ketika air pada permukaan di Laut Andaman mencapai suhu 34 derajat Celsius -- kenaikan rata-rata 4 derajat Celsius untuk jangka panjang.
Tim-tim itu menemukan bleaching masif yang terjadi ketika ganggang yang tinggal di dalam jaringan karang dibuang. Berbagai survei berikutnya yang dilakukan bersama James Cook University Australia dan Univesitas Syah Kuala Aceh menunjukkan 80 persen dari karang-karang itu telah mati sejak itu.
Meskipun para ilmuwan itu belum mengeluarkan data untuk publikasi dalam sebuah jurnal review, mereka dan lain-lainnya mengatakan kecepatan dan luasnya kematian karang itu melampaui gangguan bleaching lain sejak beberapa waktu silam. Penyebab bleaching itu tampaknya karena suhu udara yang makin panas, yang pada tingkat tertentu disebabkan pemanasan global.
"Ini merupakan suatu tragedi tidak hanya bagi sebagian terumbu karang paling beragam di dunia, tapi juga bagi penduduk di wilayah tersebut," ujar Caleb McClennen, manajer program kelautan untuk Indonesia dari kelompok berkedudukan di New York tadi.
Dia menyebut, banyak orang bergantung pada kehidupan laut yang melimpah untuk penghidupan mereka dan uang yang diperoleh melalui pariwisata.
Formasi-formasi karang rusak parah dibuat pemanasan terkait El-Nino pada tahun 1997 dan 1998.
Terumbu tersebut mulai bangkit lagi ketika gempa bumi pada 26 Desember 2004 di lepas pantai Sumatera memicu tsunami yang menewaskan lebih 230.000 orang di duabelas negara. Musibah itu merusak lebih sepertiga terumbu karang di Aceh, tapi para ilmuwan mengatakan karang tersebut pulih lebih cepat daripada perkiraan, utamanya berkat kolonisasi alam dan berkurangnya praktek illegal fishing.
"Ini merupakan perkembangan yang mengecewakan, khususnya karena karang yang sama ini terbukti tegar menghadapi guncangan lain terhadap ekosistem ini," tulis Stuart Campbell dari Wildlife Conservation Society pada situs mereka.
"Ini disayangkan karena berbagai upaya internasional untuk meredam berbagai penyebab dan efek perubahan iklim mesti dilakukan jika ekosistem-ekosistem sensitif ini dan komunitas manusia yang rentan... yang mengandalkannya haarus beradaptasi dan bertahan," lanjutnya.
Tinggi suhu udara air -- yang diindikasikan situs Coral Hotspots National Oceanic and Atmospheric Administration telah mempengaruhi seluruh Laut Andaman dan perairan lain -- juga terjadi tak lama setelah matahari memancarkan cahaya terpanas dan ketika awan atau angin cuma sedikit.
Clive Wilkinson, kordinator di Global Coral Reef Monitoring Network di Australia, menyebut keadaan tadi "kombinasi maut" bagi terumbu karang terutama bila berlanjut lebih sebulan, seperti juga terjadi pada tahun 1998.
Hotspot tadi mempengaruhi terumbu karang di seluruh Indonesia serta Malaysia, Thailand, Vietnam dan Sri Lanka, dan kini meluas ke arah utara. "Kita sedang dalam periode pemanasan hebat, yang menumbangkan semua rekor, dan kini ada kecemasan sangat besar soal Pilipina dan akhirnya Taiwan dan barangkali Jepang Selatan," ujar Wilkinson.
"Ini betul-betul cukup serius." (ap/bh)
Mengatasi PC Tidak Bisa Booting Karena Virus
Nah, untuk menyelamatkan file yang ada di dalam hard disk yang terkena virus itu, kita harus menjalankan sistem operasi dan antivirus dari luar hard disk, misalnya dari CD atau USB. Salah satunya kita bisa menggunakan sebuah tool yang baru saja dirilis oleh pihak AVG, vendor software antivirus yang cukup terkenal, yaitu dengan menggunakan sebuah CD utiliti gratis bernama AVG Rescue CD ( GRATIS ).
Bisa download disini
Rabu, 15 September 2010
RESPIRASI ANAEROB
Merupakan proses katabolisme yang tidak melibatkan oksigen.
Dapat dilakukan oleh organisme uniseluler atau multiseluler, tetapi lebih umum pada uniseluler ( Fermentasi ).
Energi yang dihasilkan hanya sedikit.
Terjadi didalam sitoplasma dan diawali dengan proses glikolisis.
Dapat dilakukan oleh organisme uniseluler atau multiseluler, tetapi lebih umum pada uniseluler ( Fermentasi ).
Energi yang dihasilkan hanya sedikit.
Terjadi didalam sitoplasma dan diawali dengan proses glikolisis.
Senin, 06 September 2010
BUDIDAYA IKAN MANFISH ( PTEROPHYLLUM SCALARE )
Ikan manfish biasa disebut juga 'angel fish' memiliki bentuk yang pipih, warnanya indah dan gerakannya tenang.
Budidaya ikan manfish bisa dilakukan dilahan yang sempit seperti akuarium dan TIDAK memerlukan biaya yang besar.
Indukan yang baik adalah yang telah berumur lebih dari 6 bulan. Ukuran induk jantan +7,5 cm dan induk betina +5 cm.
Untuk menentukan pasangannya dengan cara menenpatkan indukan2 yang sudah matang gonad dalam satu wadah ( 2 X 2 ) meter persegi dengan ketinggian air 30 cm, biarkan satu malam. Keesokan hari ikan akan memilih pasangan2nya dan akan memijah secara alamiah.
INDUK JANTAN INDUK BETINA
- Ukuran lebih besar dari betina - Ukuran lebih kecil dari jantan
- Kepala lebih besar - Kepala lebih kecil
- Punggung cembung - Punggung lebih rata
- Perut ramping - Perut gendut
Budidaya ikan manfish bisa dilakukan dilahan yang sempit seperti akuarium dan TIDAK memerlukan biaya yang besar.
Indukan yang baik adalah yang telah berumur lebih dari 6 bulan. Ukuran induk jantan +7,5 cm dan induk betina +5 cm.
Untuk menentukan pasangannya dengan cara menenpatkan indukan2 yang sudah matang gonad dalam satu wadah ( 2 X 2 ) meter persegi dengan ketinggian air 30 cm, biarkan satu malam. Keesokan hari ikan akan memilih pasangan2nya dan akan memijah secara alamiah.
INDUK JANTAN INDUK BETINA
- Ukuran lebih besar dari betina - Ukuran lebih kecil dari jantan
- Kepala lebih besar - Kepala lebih kecil
- Punggung cembung - Punggung lebih rata
- Perut ramping - Perut gendut
Fisiologi Hewan Air
DEFINISI: Ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel dari suatu organisme ( ikan sebagai hewan air ).
Termasuk dalam Fisiologi Hewan Air adalah Penyesuaian diri terhadap lingkungan ( adaptasi ), Metabolisme, Peredaran darah, Respirasi, Reproduksi dan Pengambilan makanan ( nutrisi ).
Termasuk dalam Fisiologi Hewan Air adalah Penyesuaian diri terhadap lingkungan ( adaptasi ), Metabolisme, Peredaran darah, Respirasi, Reproduksi dan Pengambilan makanan ( nutrisi ).
Langganan:
Postingan (Atom)



